Perhiasan motif dan unsur-unsur BALI NE !

         PERHIASAN BALI

  Industri kerajinan emas dan perak di Bali sudah berkembang cukup lama, yaitu ketika masih berlangsung masa kejayaan jaman kerajaan di bumi Nusantara, berabad-abad sebelum masuknya para penjajah ke wilayah tanah air. Walaupun budaya membuat kerajinan perhiasan emas dan perak di Bali terhitung sudah sangat tua, namun keterampilan membuat kerajinan perhiasan emas dan perak ini dapat tetap terpelihara dengan baik di kalangan masyarakatnya karena proses regenerasi yang berjalan dengan baik dimana keterampilan itu diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

          Terpeliharanya keterampilan membuat barang kerajinan perhiasan Bali ini juga tidak lepas dari peranan masyarakat adat dalam mempertahankan adat istiadat dan budaya masyarakat secara turun temurun. Sebab, kerajinan perhiasan itu pun banyak digunakan masyarakat Bali ketika mengadakan upacara-upacara adat tertentu. Keterkaitan antara keterampilan membuat barang kerajinan perhiasan dengan penyelenggaraan upacara adat tertentu tentu saja menimbulkan efek sinergistis yang saling mendukung upaya pelestarian kedua unsur budaya masyarakat itu.

Produk kerajinan perhiasan Bali juga sangat unik dan khas. Sebab, produk kerajinan perhiasan Bali banyak dipengaruhi oleh nuansa budaya Bali itu sendiri. Karena itu, kerajinan perhiasan emas dan perak Bali sangat mudah dibedakan dengan produk kerajinan perhiasan emas dan perak dari daerah lain di tanah air.

Motif berupa ukiran Bali yang khas sering kali mendominasi ornamen pada produk kerajinan perhiasan Bali. Umumnya motif ukiran yang terdapat pada kerajinan perhiasan Bali berupa motif flora atau fauna yang memang banyak menjadi inspirasi bagi para ahli ukir dan tatah perhiasan emas dan perak di Bali.

PERAK BALI NE !

Bila berbicara mengenai kerajinan perak yang ada di Indonesia pastilah nama Celuk di Bali dan Kotagede di Yogyakarta akan langsung terngiang di kepala. Sebagai sentra penghasil perak, kawasan Celuk dan Kotagede sama-sama memiliki pengrajin dan art-shop yang dapat dengan mudah ditemui di sudut-sudut jalan. Kedua kawasan ini juga selalu ada di itinerary wisatawan yang berkunjung. Walaupun sama-sama terkenal dan memiliki penggemar setia, perak Celuk dan Kotagede memiliki banyak perbedaan. Perak Celuk cenderung lebih tebal dan permainan motif terlihat jelas sehingga membentuk karakter 3 dimensi yang lebih solid. Sedangkan perak Jogja yang menggunakan teknik filigree atau trap cenderung lebih tipis karena teknik ini bermain ketelitian pengukiran dengan membuat benang-benang dari logam supaya kerangka desain lebih terlihat bersambungan.

Kawasan Celuk yang berada di jalan utama dari Denpasar ke Gianyar sudah dikenal sejak tahun 1976. Kala itu hanya ada 3 pengrajin perak yang menjadi pionir: Sandiyasa, Sura dan Semadi. Perkembangan wisata Bali yang menanjak menjadi sebuah peluang bagi penduduk setempat. Mereka memajang kerajinan perak di pinggir jalan supaya wisatawan yang melewati Celuk mampir lalu berbelanja. Keunikan dan desain perak yang khas membuat perak-perak Celuk diburu wisatawan yang datang ke Bali. Hingga saat ini, hampir setiap hari selalu ada rombongan wisatawan yang datang ke Celuk, baik untuk berbelanja maupun melihat bagaimana proses pembuatan perak.

erak Bali dan Jogja sendiri sangat berbeda ciri khasnya. Perak Bali cenderung lebih tebal, bermain di ketelitian menyusun motif dan membentuk karakter 3 dimensi, serta lebih banyak berbentuk solid daripada rangka.

Sementara perak Jogja cenderung tipis, bermain di ketelitian goresan dan pengukiran badan silver hingga membentuk kerangka – kerangka yang saling bersambungan.

Tips :

  • Untuk membersihkan perak Jogja, tidak disarankan untuk menggunakan lap karena selain sulit dalam penggunaan di bagian detail, ada kemungkinan ujung – ujung detail perak akan menyangkut di kain dan tersangkut sehingga merubah struktur desain perhiasan tersebut.
  • Cara yang disarankan adalah direndam dengan air sabun atau cairan pembersih silver, dan disikat dengan sikat bulu super halus atau cukup direndam sedikit lebih lama.
  • Untuk mengeringkan bagian detailnya gunakan cotton bud.
  • Untuk koleksi patung – patung silver ataupun benda – benda yang tidak dipakai setiap hari, akan lebih baik apabila diletakkan di dalam kotak kaca. Selain lebih awet dan tidak mudah berubah warna, juga tidak berdebP

Perak Bakar NE !

perak-bakar-300x185

Perhiasan ini disebut dengan perak bakar karena warna perak yang biasanya putih berubah menjadi hitam seperti habis dibakar.

Padahal warna hitam pada perak bakar bukan berasal proses pembakaran. Pada dasarnya perak hitam (bakar) dan perak putih itu sama saja, yaitu sama – sama dibakar atau dipatri

Hanya saja pada pembuatan perhiasan perak bakar, perak akan dicampur dengan bahan kimia yang berbahan dasar sulfur atau di-oxide untuk memperoleh warna hitam.

Sekarang ini perhiasan perak bakar (hitam) lebih diminati dibanding perak putih biasa. Ini dikarenakan warna hitam pada perak lebih tahan lama dan menimbulkan kesan klasik yang alami.

Dengan model yang simpel, perak bakar tetap bisa menampilkan kesan glamor pada pemakainya sehingga cocok untuk dipakai pada segala macam suasana.

Salah satu hasil pematrian dari perak bakar adalah gelang perak bakar yang biasany dibuat dalam pola – pola yang berbeda sehingga terkesan eksklusif.

Walaupun terkadang pola – pola yang digunakan pada gelang perak bakar terkesan simpel dan sederhana, namun jang pikir pembuatan dari gelang ini terlihat sesimpel polanya.

Karena dalam pembuatan satu gelang saja dibutuhkan ketelitian tingkat tinggi dan juga ketelatelan agar pola yang dihasilkan sesuai dengan pola awal pada kertas.

Setelah benang perak dipotong, benang akan disusun sesuai dengan desain yang dibuat kemudian para pengrajin akan memulai proses pembakaran dengan menggunakan solder.

Proses pembuatan perhiasan perak bakar baik dalam bentuk bros, cincin atau pun gelang perak bakar memang membutuhkan proses yang rumit dan cukup panjang.

Itulah mengapa walaupun pola yang digunakan pada perhiasan perak bakar terlihat sederhana dan simpel namun memiliki detail pola yang mengagumkan.

Tips :

Perhiasan perak bakar yang berwarna putih memang cenderung lebih cepet kusam bila sering digunakan. Untuk mengakali agar warna perhiasan tidak cepat kusam.

Berikut beberapa tips agar perhiasan perak bakar (putih) tidak cepat kusam :

  • gunakan air bekas rebusan kentang yang masih panas untuk merendam perhiasan perak bakar selama 10 menit, kemudian lap dengan kain fanel sampai kering
  • rebus susu murni yang sudah asam bersama dengan perhiasan perak kemudian gosok dan cuci perhiasan perak bakar hingga bersih, kemudian lap dengan kain fanel
  • gosok perhiasan perak bakar dengan sisa abu rokok
  • atau bisa juga menggunakan pasta gigi untuk membersihkan perhiasan perak bakar. Gunakan sikat dengan bulu lebut yang telah dibasahi kemudian lap menggunakan kain halus.

Perhiasan ini disebut dengan perak bakar karena warna perak yang biasanya putih berubah menjadi hitam seperti habis dibakar.

Padahal warna hitam pada perak bakar bukan berasal proses pembakaran. Pada dasarnya perak hitam (bakar) dan perak putih itu sama saja, yaitu sama – sama dibakar atau dipatri

Hanya saja pada pembuatan perhiasan perak bakar, perak akan dicampur dengan bahan kimia yang berbahan dasar sulfur atau di-oxide untuk memperoleh warna hitam.

Sekarang ini perhiasan perak bakar (hitam) lebih diminati dibanding perak putih biasa. Ini dikarenakan warna hitam pada perak lebih tahan lama dan menimbulkan kesan klasik yang alami.

Dengan model yang simpel, perak bakar tetap bisa menampilkan kesan glamor pada pemakainya sehingga cocok untuk dipakai pada segala macam suasana.

Salah satu hasil pematrian dari perak bakar adalah gelang perak bakar yang biasany dibuat dalam pola – pola yang berbeda sehingga terkesan eksklusif.

Walaupun terkadang pola – pola yang digunakan pada gelang perak bakar terkesan simpel dan sederhana, namun jang pikir pembuatan dari gelang ini terlihat sesimpel polanya.

Karena dalam pembuatan satu gelang saja dibutuhkan ketelitian tingkat tinggi dan juga ketelatelan agar pola yang dihasilkan sesuai dengan pola awal pada kertas.

Setelah benang perak dipotong, benang akan disusun sesuai dengan desain yang dibuat kemudian para pengrajin akan memulai proses pembakaran dengan menggunakan solder.

Proses pembuatan perhiasan perak bakar baik dalam bentuk bros, cincin atau pun gelang perak bakar memang membutuhkan proses yang rumit dan cukup panjang.

Itulah mengapa walaupun pola yang digunakan pada perhiasan perak bakar terlihat sederhana dan simpel namun memiliki detail pola yang mengagumkan.


Tips :

Perhiasan perak bakar yang berwarna putih memang cenderung lebih cepet kusam bila sering digunakan. Untuk mengakali agar warna perhiasan tidak cepat kusam.

Berikut beberapa tips agar perhiasan perak bakar (putih) tidak cepat kusam :

  • gunakan air bekas rebusan kentang yang masih panas untuk merendam perhiasan perak bakar selama 10 menit, kemudian lap dengan kain fanel sampai kering
  • rebus susu murni yang sudah asam bersama dengan perhiasan perak kemudian gosok dan cuci perhiasan perak bakar hingga bersih, kemudian lap dengan kain fanel
  • gosok perhiasan perak bakar dengan sisa abu rokok
  • atau bisa juga menggunakan pasta gigi untuk membersihkan perhiasan perak bakar. Gunakan sikat dengan bulu lebut yang telah dibasahi kemudian lap menggunakan kain halus.

Perhiasan ini disebut dengan perak bakar karena warna perak yang biasanya putih berubah menjadi hitam seperti habis dibakar.

Padahal warna hitam pada perak bakar bukan berasal proses pembakaran. Pada dasarnya perak hitam (bakar) dan perak putih itu sama saja, yaitu sama – sama dibakar atau dipatri

Hanya saja pada pembuatan perhiasan perak bakar, perak akan dicampur dengan bahan kimia yang berbahan dasar sulfur atau di-oxide untuk memperoleh warna hitam.

Sekarang ini perhiasan perak bakar (hitam) lebih diminati dibanding perak putih biasa. Ini dikarenakan warna hitam pada perak lebih tahan lama dan menimbulkan kesan klasik yang alami.

Dengan model yang simpel, perak bakar tetap bisa menampilkan kesan glamor pada pemakainya sehingga cocok untuk dipakai pada segala macam suasana.

Salah satu hasil pematrian dari perak bakar adalah gelang perak bakar yang biasany dibuat dalam pola – pola yang berbeda sehingga terkesan eksklusif.

Walaupun terkadang pola – pola yang digunakan pada gelang perak bakar terkesan simpel dan sederhana, namun jang pikir pembuatan dari gelang ini terlihat sesimpel polanya.

Karena dalam pembuatan satu gelang saja dibutuhkan ketelitian tingkat tinggi dan juga ketelatelan agar pola yang dihasilkan sesuai dengan pola awal pada kertas.

Setelah benang perak dipotong, benang akan disusun sesuai dengan desain yang dibuat kemudian para pengrajin akan memulai proses pembakaran dengan menggunakan solder.

Proses pembuatan perhiasan perak bakar baik dalam bentuk bros, cincin atau pun gelang perak bakar memang membutuhkan proses yang rumit dan cukup panjang.

Itulah mengapa walaupun pola yang digunakan pada perhiasan perak bakar terlihat sederhana dan simpel namun memiliki detail pola yang mengagumkan.


Tips :

Perhiasan perak bakar yang berwarna putih memang cenderung lebih cepet kusam bila sering digunakan. Untuk mengakali agar warna perhiasan tidak cepat kusam.

Berikut beberapa tips agar perhiasan perak bakar (putih) tidak cepat kusam :

  • gunakan air bekas rebusan kentang yang masih panas untuk merendam perhiasan perak bakar selama 10 menit, kemudian lap dengan kain fanel sampai kering
  • rebus susu murni yang sudah asam bersama dengan perhiasan perak kemudian gosok dan cuci perhiasan perak bakar hingga bersih, kemudian lap dengan kain fanel
  • gosok perhiasan perak bakar dengan sisa abu rokok
  • atau bisa juga menggunakan pasta gigi untuk membersihkan perhiasan perak bakar. Gunakan sikat dengan bulu lebut yang telah dibasahi kemudian lap menggunakan kain halus.

Perak Alpaka NE !

design-alpaka1

Kini pencinta perak tak perlu lagi khawatir tak mampu membeli produk olahan perak, karena harganya yang terus melambung. Pasalnya, logam penggati perak dengan kualitas yang hampir sama mulai dilirik sebagai bahan baku . Harga jualnya pun jauh lebih murah, dibandingkan logam perak.

Sejumlah perajin perak di kawasan Celuk, Sukawati, Bali, telah menggunakan logam alternatif baru sebagai pengganti bahan perak. Logam tersebut dikenal dengan sebutan logam alpaka. Logam alpaka adalah metal paduan nikel, tembaga, dan seng. Ciri khas logam tersebut hampir menyerupai logam perak.

Hasil olahan logam alpaka pun sangat mirip dengan produk perak asli, logam alpaka juga diolah menjadi bentuk-bentuk yang serupa dengan olahan perak. Bahkan, pengolahannya lebih mudah karena dinilai lebih lembek. Namun keunggulan yang dimiliki logam alpaka, tak
jauh beda dengan perak asli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s